Jejak

Tanya Jawab Seputar Vaksinasi Kucing

P: Apa itu vaksinasi pada kucing?

J: Vaksinasi adalah tindakan pemberian vaksin untuk merangsang sistem kekebalan tubuh kucing agar membentuk perlindungan terhadap penyakit tertentu. Vaksin berisi agen penyakit yang telah dilemahkan atau dimatikan, sehingga aman namun tetap efektif membangun kekebalan.


P: Kenapa vaksinasi itu penting?

J: Vaksinasi membantu mencegah penyakit menular berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Selain melindungi kucing yang divaksin, vaksin juga membantu mencegah penyebaran penyakit ke kucing lain di lingkungan sekitar.


P: Penyakit apa saja yang bisa dilindungi dengan vaksinasi?

J: Beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin antara lain:

Panleukopenia (Distemper kucing)

Calicivirus

Rhinotracheitis (Herpesvirus)

Rabies

Kadang juga Chlamydia dan Feline Leukemia Virus (FeLV), tergantung kondisi lingkungan dan risiko paparan.


P: Vaksin apa saja yang perlu diberikan pada kucing?

J: Umumnya ada dua kelompok vaksin:

Vaksin inti (core vaccines):

FVRCP (Rhinotracheitis, Calicivirus, Panleukopenia)

Rabies

Vaksin non-inti (tambahan):

FeLV (Feline Leukemia Virus)

Chlamydia felis (tergantung risiko paparan)

Beberapa merek vaksin yang umum digunakan di Indonesia antara lain:

Nobivac Tricat Trio (Rhinotracheitis, Calicivirus, Panleukopenia)

Felocell 3 (Rhinotracheitis, Calicivirus, Panleukopenia)

Purevax (Rhinotracheitis, Calicivirus, Panleukopenia)

Felocell 4 (Rhinotracheitis, Calicivirus, Panleukopenia + Chlamydia)

Nobivac Rabies (Rabies)

Defensor 3 (Rabies)


P: Bagaimana jadwal vaksinasi yang sebaiknya diikuti?

J:

Kucing kitten: mulai umur 8–9 minggu, diulang setiap 3–4 minggu hingga umur 16 minggu.

Kucing dewasa tanpa riwayat vaksin: dua kali vaksin dasar dengan jarak 3–4 minggu, kemudian booster tiap tahun.

Rabies: diberikan mulai umur 3–4 bulan, diulang setiap 1 tahun.

Untuk menentukan vaksin dan jadwal vaksin yang tepat bagi kucing anda, saya sarankan berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat.