Jejak

Klembak Menyan Terminal Suronegaran

Tepat di sebelah barat SPBU Suronegaran atau di sebelah timur stasiun Purworejo, terdapat hamparan tanah lapang yang cukup luas.

Bagi saya, sudut kota ini akan selalu dikenal sebagai Terminal Suronegaran. Terminal ini mulai difungsikan sekitar tahun 1985-1986, tepat saat saya memulai masa kuliah di Jogja. Karena memiliki nenek di Purworejo, saya menjadi sangat sering berkunjung, dan Suronegaran menjadi gerbang utama yang menyambut kedatangan saya.

Meskipun terminal ini telah berpindah lokasi sejak awal dekade 90-an dan sempat berganti wajah menjadi pasar pagi hingga Desember 2021, memori saya tetap tertinggal di sana. Setiap kali melintas, imajinasi saya selalu memanggil kembali aroma rokok klembak menyan—sebuah wangi yang begitu jamak di Suronegaran, namun terasa asing di Jember, kota masa kecil saya.

Setiap kali saya turun dari bus antarkota di masa itu, aroma klembak menyan adalah kesan pertama yang menyentuh indra penciuman. Kini, wangi ikonik tersebut sudah jarang ditemukan, perlahan tersisih oleh kepulan kretek atau tren aroma vape yang lebih beragam. Saya memang bukan seorang perokok, namun klembak menyan adalah mesin waktu yang selalu membawa saya kembali ke suasana Purworejo tahun 70-an hingga pertengahan 80-an. Sebuah memori tentang masa muda dan kehangatan rumah nenek yang kini kian sulit ditemukan padanannya.